Cerita kali ini merupakan lanjutan dari fabel dongeng
sebelum tidur gajah yang baik hati, tentu adik-adik sudah membaca dongeng
tersebut kan? Cerita anak yang mengisahkan kebaikan hati dari si gajah yang
bertubuh besar. Lalu bagaimana kelanjutan cerita si gajah baik hati itu?
Silahkan baca kisah selanjutnya dongeng anak paud gajah yang baik hati.
‘’Tolong.’’ Toloooonggggg..!’’Tindakkan Kancil masuk kedalam itu merupakan tindakan yang sangat ceroboh. Ia tidak berpikir bagaimana caranya ia naik ke atas bila sudah berada di dalam kolam tersebut. Beberapa kali Kancil mencoba untuk memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas.
Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya berteriak
meminta tolong. Teriakan si Kancil ternyata terdengar oleh sang Gajah yang
kebetulan sedang berjalan melewati tempat itu. ‘’Hai, siapa yang ada di kolam
itu?’’
“Aku… tolong aku..! jawab si Kancil.
“Siapa kau?’’ Tanya Gajah.
‘’Aku.. si Kancil sahabatmu.’’
‘’Kenapa kamu bisa di dalam kolam ini? Dan berteriak meminta
tolong.’’
Kancil terdiam sesaat mencari akal agar Gajah mau
menolongnya.
‘’Tolong aku mengangkat ikan ini.’’
“Yang benar kau mendapat ikan?’’
‘’Bener..benar ! aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’
‘’Tapi bagaimana caranya aku turun kebawah.’’
‘’Sebaiknya kamu langsung turun saja kebawah. Sebab jika
tidak cepat-cepat ikan ini bisa lepas.!’’
Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke bawah dengan
mudah tetapi bagaimana jika naiknya nanti.
‘’Cil. Mana ikan yang kau dapatkan ?’’
‘’Ada di sepasang kakiku.’’ Kata Kancil.
‘’Kalau aku menolongmu. Lalu bagaimana caranya aku naik dari
kolam ini.?’’
Kini Kancil terdiam. Ia tidak menyangka gajah dapat berpikir
sejauh itu. Tidak seperti dirinya, karena kehausan langsung terjun kedalam
kolam. Tanpa berpikir akibatbya.
‘’Kau mau memanfaatkanku ya Cil?’’ kau akan menipuku untuk
kepentingan dan keselamatanmu sendiri?’’ Tanya Gajah.
Kancil hanya terdiam.
‘’Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran.’’ kata Gajah
sambil meninggalkan tempat itu.
‘’Waduh.. Pak Gajah. Aku mohon tolonggggg….!’’
Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil. Kancil mulai putus
asa. Semakin lama berada di tempat itu Kancil mulai merasa kedinginan.
‘’Toolongg.. tolongggg.’’
Hingga menjelang sore tidak ada seekor binatang yang
mendengar teriakannya.
‘’Aduh gawat! Aku benar-benar akan mati kaku di tempat
ini.’’ Kancil mulai membayangkan akhir hidupnya ditempat ini.
Lalu Kancil berteriak dengan keras.’’ Wahai langit dan bumi!
Dan seluruh binatang yang berasa di hutan. Aku bersumpah tidak akan menipu
untuk kepentinganku dan keselamatanku sendiri, kecuali……!
Ketika Kancil mengucapkan kata kecuali, Kancil sengaja
mengecilkan suaranya sehingga hampir tidak terdengar lagi. Tak di sangka
ternyata Gajah tiba-tiba muncul di tepi kolam. Ternyata Gajah tidak benar-benar
meninggalkan Kancil sendirian dan sengaja menyembunyikan dirinya. Ia penasaran
mendengar ucapan kancil yang terakhir.
“Kecuali apa?’’ tanya Gajah penasaran.
Kancil terkejut mendengar suara Gajah.
‘’Pak Gajah? Kau kembali lagi?’’
‘’Jawab pertanyaanku Cil. Kecuali apa?’’
‘’Hmm. Kecuali terpaksa untuk menyelamatkan diri. Karena aku
hewan kecil yang serimg terancam oleh Harimau, Singa, Srigala, dan binatang
lainnya yang jahat.’’
‘’Oh begitu..?’’ sahut Pak Gajah. ‘’Sekarang apakah kamu
sudah sadar? Dan akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng dan perbuatan
yang merugikan binatang lain?’’
‘’Benar Pak Gajah.’’
‘’Betul?’’
Betul Pak Gajah, saya benar-benar berjanji.’’
‘’Baiklah sekarang aku akan menolonhmu Cil.’’ Kata Gajah.
Gajah menjulurkan belalainya yang sangat panjang untuk
menangkap Kancil dan mengangkatnya ke atas. Begitu sampai di atas Kancil
berkata.
‘’Terima kasih Pak Gajah! Saya tidak akan pernah melupakan
kebaikanmu ini.’’
Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat baik. Ia tidak
lagi berbuat iseng seperti yang pernah ia lakukan pada beruang dan
binatang-binatang yang lainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar